
Memprioritaskan Mental Health Dengan Bijak Dari Remaja – Penelitian bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa kesehatan mental merupakan faktor kunci yang membentuk kesejahteraan dan gaya hidup kolektif kita. Mengabaikan masalah kesehatan mental dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari disabilitas yang dapat dicegah hingga pengangguran dan masalah keuangan, penyalahgunaan zat terlarang yang semakin parah, peningkatan risiko terkena atau memburuknya penyakit, hubungan yang buruk, dan bahkan peningkatan risiko bunuh diri. Blog ini menjelaskan pentingnya menangani masalah kesehatan mental untuk meningkatkan kepuasan hidup dan menjaga fungsi kognitif dan fisik secara keseluruhan.
Mengabaikan masalah kesehatan mental dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik, dan sebaliknya. Mengelola kesehatan mental secara proaktif berdampak positif pada kesehatan fisik dan mengarah pada penuaan yang lebih anggun. Sebuah studi tahun 2017 yang dilakukan di University of Manchester mendukung hubungan ini, mengungkapkan korelasi yang signifikan antara kesehatan mental masa lalu dan kesehatan fisik saat ini karena sifat saling terkait antara kondisi fisik dan mental. Misalnya, depresi dapat disertai dengan sakit kepala, kelelahan, dan masalah pencernaan.
Kecemasan dapat menyebabkan insomnia, kegelisahan, konsentrasi yang buruk, dan sakit perut. Lebih lanjut, orang dengan masalah kesehatan mental lebih mungkin mengembangkan kondisi kesehatan fisik yang dapat dicegah. Kerentanan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk predisposisi genetik dan efek samping obat yang dapat mengurangi motivasi dan tingkat energi. Kesulitan berkonsentrasi dan merencanakan aktivitas dapat mengganggu tugas sehari-hari seperti penjadwalan dan janji temu medis. Selain tantangan-tantangan ini, orang dengan masalah kesehatan mental cenderung tidak mencari pertolongan medis.
Penting Untuk Menjaga Kesehatan Mental Dari Remaja
Tenaga kesehatan profesional seringkali mengaitkan penyakit mental hanya dengan gejala fisik dan mengabaikan pemeriksaan rutin, seperti pemantauan tekanan darah dan berat badan, yang dapat mencegah deteksi kondisi kesehatan yang mendasarinya. Meskipun masalah kesehatan mental seringkali tampak mustahil diatasi, ada cara untuk menjaga kesehatan fisik. Olahraga adalah salah satu pilihan yang paling terjangkau, karena melepaskan endorfin di otak, yang meningkatkan kewaspadaan mental, energi, dan suasana hati. Aktivitas fisik hadir dalam berbagai bentuk, termasuk berlari, berjalan, dan berkebun.
Yang terpenting, temukan aktivitas yang Anda sukai. Tetap aktif membantu mengurangi stres dan mempertahankan fokus. Memperbaiki pola makan Anda juga dapat bermanfaat bagi kesehatan mental Anda. Apa yang Anda makan dapat memengaruhi perkembangan, pengelolaan, dan pencegahan kondisi seperti demensia dan depresi. Seperti halnya olahraga, mengonsumsi makanan seimbang dapat membantu meningkatkan kesehatan dan suasana hati secara keseluruhan. Depresi berat juga berkaitan dengan peradangan otak. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi dan kelelahan memiliki respons imun inflamasi yang meningkat.
Peradangan ini dapat menyebabkan kematian neuron dan penurunan neuroplastisitas (kemampuan otak untuk beradaptasi dan berubah seiring waktu). Hal ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap masalah kesehatan fisik, seperti gangguan tidur, masalah emosional, penurunan kognitif, dan peningkatan detak jantung. Depresi juga dapat memengaruhi sistem pencernaan dan berkontribusi pada gangguan penggunaan zat. Kami membahas topik ini secara lebih rinci di blog kami sebelumnya, “Neuroinflamasi pada Penuaan dan Penyakit.” Terlepas dari kekhawatiran ini, ada banyak faktor gaya hidup yang dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif.
Mental Health Yang Baik Dan Sehat
Memprioritaskan kesehatan mental seiring bertambahnya usia tidak hanya meningkatkan kualitas hidup kita saat ini, tetapi juga membantu kita membangun masa depan yang lebih sehat dan lebih memuaskan. Ada banyak sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda memulai perjalanan memahami dan merawat kesehatan mental Anda. Karena perjalanan kesehatan mental setiap orang unik, penting untuk menyesuaikan sumber daya dan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan individual Anda. Jika Anda mengalami kesulitan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan panduan dan dukungan yang dipersonalisasi.
Memprioritaskan Mental Health Dengan Bijak Dari Remaja. Sebuah studi tahun 2020 yang dilakukan bersama oleh para peneliti dari University of California, Davis, dan Rush University Medical Center menunjukkan bahwa setidaknya 150 menit per minggu olahraga sedang hingga berat, menghindari rokok dan alkohol, mengonsumsi makanan Mediterania berkualitas tinggi, dan berpartisipasi dalam aktivitas yang merangsang mental seperti membaca, menulis, dan bermain game dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan seiring bertambahnya usia.